Menyebut nama SUHARDI DUKA, tentu seluruh masyarakat di ibu
kota Provinsi Sulawesi Barat ini sudah pasti mengenali sosok sang
nasionalis tersebut. Bahkan, dibeberapa Daerah provinsi di Indonesia,
serta kalangan- tokoh-tokoh Nasional, sudah pasti sangat mengenali sepak terjang
sang jago retorika ini.
Saat penulis bertandang kerumah
jabatan Bupati Mamuju Drs H Suhardi Duka yang terletak di jalan Achmad
kirang Mamuju, Suhardi Duka yang lebih akrab disapa SDK ini banyak
bercerita mengenai perjalanan hidupnya dan karir-karinya. Katanya, ia
lahir di Mamuju pada tanggal 10 mei 1962 dari pasangan H.Abd Muttalib
Duka dan Hj. Balla. Ia menikah dengan Hj. Harsinah Suhardi dan
dikaruniai tujuh orang anak, yakni, Hj. St Sutinah Suhardi, Hj. St
Suraidah Suhardi, Hj. St Sulfiah Suhardi, Hj. St Sufliah Suhardi, St.
Suryani suhardi, Muhammad Zulfikar Suhardi dan Nurfaidah Suhardi.
Masa
kecil Suhardi duka banyak dihabiskan ditanah kelahirannya (Mamuju). Ia
dibesarkan dengan hidup sederhana oleh kedua orang tunya. Suhardi lahir
dalam dua kultur, yakni kultur pegunungan dan kultur pantai. Sementara
orang tua SDK adalah seorang pegawai staf di sebuah sekolah SMP di
Mamuju beberapa puluh tahun silam, menjadi seorang petani kelapa di
Mamuju kala itu.
Suhardi Duka menginjakkan kaki dibankgu
sekolah dasar pada tahun 1968 dan menyelesasikannya pada tahun 1974.
Lalu ia melanjutkan ketingkat SMP, selesai pada tahun 1977, kemudian di
tingkat SMA dan menyelesaikannya pada tahun 1981. SDK yang menginjak
usia remaja--waktu itu ia telah menyelesaikan SMA-nya di Mamuju, lalu
dilanjutkan untuk jenjang yang lebih tinggi di Universitas Hasanuddin
(UNHAS) Makassar Fakultas Sosial Ilmu politik dan menyelesaikan studinya
pada tahun 1986 dengan meraih gelar Sarjana.
Dimasa
sekolah, memang Suhardi Duka terbilang sebagai pelajar yang berprestasi,
terdidik dan tekun dalam belajar. makanya tak heran, jika saat ini
pengalaman-pengalaman dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya tak jauh
dari kemampuannya disetiap jenjang-jenjang karirnya.
SDK
sewaktu pendidikan di SMA, ia juga aktif diberbagai organisasi. Mulai
dari keaktifannya di Organisasi Itra Sekolah (OSIS), dilingkungan
mahasiswa ia aktif di Korps Mahasiswa Publisistik Unhas Makassar. Ia
juga pentolan Pergerakan Mahasiswa Islam indonesia (PMII) di Makassar,
dan masih tercatat sebagai ketua Kerukunan Komunikasi Unhas Indonesia
hingga saat ini. Tidak hanya sampai disitu, SDK yang memang memiliki
karakter yang kuat juga pernah menjabat sebagai ketua Angkatan Muda
Pembaharu Indonesia (AMPI) Mamuju selama dua periode, Ketua Komite
Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Mamuju dua periode, lalu beranjak ke
Oragnisasi Politik atau Partai Politik sebagai Sekretaris Partai
Golongan Karya Daerah Kabupaten Mamuju, dan terpilih menjadi ketua DPD
Partai Golkar. Ia juga pernah menjabat sebagai ketua Harian DPD Partai
golkar Provinsi Sulawesi Barat.
Dipenghujung penyelesaian
sutudinya di Unhas Makassar, SDK diangkat sebagai pegawai di Departemen
Penerangan Daerah tingkat dua Kabupaten Mamuju. Ia juga mengikuti
pendidikan Profesi di Departemen Selama 13 tahun, lalu mengikuti diklat
tersebut dan memperoleh Prestasi tertinggi diatara teman-teman
diklatnya. Dimasa-masa itu banyak tawaran yang menghampiri SDK untuk
mengikuti pendidikan structural, namun ayah tujuh orang anak ini mengaku
menolak pendidikan strutural tersebut. Kala itu juga, Suhardi duka
dalam melaksanakan ke-Dinesannya sebagai pegawai Negeri di Departemen
Penerangan tingkat dua mamuju kala itu, ia juga menyempatkan diri untuk
membentuk Koperasi-kopereasi, baik koperasi pegawai maupun koperasi
pemuda. Selain itu, memang jenjang-jenjang karir Drs H Suhardi Duka
menukik dan selalu berada dijalan-jalan mulus.
Hampir
setiap Organisasi maupun kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelatihan yang
di ikutinya, SDK sering mendapat prestasi, termasuk dirinya yang pernah
duduk dan menjabat sebagai ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mamuju dan
menjabat sebagai ketua DPRD tingkat dua kabupaten mamuju (2000-2004).
Mengawali
karirnya dilembaga legislative, Suhardi Duka menjadi anggota DPRD
Kabupaten Mamuju, lalu terpilih sebagai ketua Komisi D dari partai
golkar sekitar tahun 1997-1999. Dua tahun ia menjabat sebagai ketua
Komisi, namun setelah memasuki Era Reformasi DPRD saat itu bubar. kala
itu, Suhardi yang masih berstatus sebagai Pegawai Negeri akhirnya keluar
pada tahun 1998, lalu fokus menjadi seorang politisi murni dipartai
beringin tersebut. dan memasuki tahun 2000 akhirnya SDK menjabat sebagai
Ketua DPRD Kabupaten Mamuju hingga tahun 2005. Pada saat itu juga,
pemilihan kepala daerah kembali akan digelar di kabupaten Mamuju.
Melalui koalisi partai-partai kecil, Suhardi Duka didodorong sebagai
salah satu calon untuk melawan tiga calon kepala daerah lainnya,
termasuk calon Kepala Daerah yang di usung oleh Partai Golongan karya
waktu itu. Alhasil, dalam pesta demokrasi yang berlangsung pada tahun
2005, SDK memeroleh suara sekitar 43% lebih, dan menduduki kursi orang
nomor satu dikabupaten mamuju dengan menjatuhkan tiga kandidat calon
bupati lainnya kala itu, (Periode 2005-2010).
Dalam masa
kepemimpinannya menjadi Kepala Daerah selama satu periode dari tahun
2005-2010, banyak prestasi-prestasi pembangunan yang dilakukan oleh sang
pemimpin ramah ini. Sehingga, pada tahun 2010 lalu, jelang pelaksanaan
pemilihan kepala daerah periode berikutnya, SDK kembali didorong oleh
koalsisi partai besar—Termasuk partai Golkar. Ada empat calon Bupati
Mamuju yang berkompetisi. Namun dalam perjalanannya, terbukti, Figur
Suhardi Duka kembali meraih suara tertinggi dari tiga calon lainnya
dengan perolehan suara diatas dari 50 %. Itu berarti naik sekitar 10
persen dukungan masyarakat mamuju dari periode pertama keperiode
berikutnya.
Keberhasilan perjalanan dan karir putra daerah Mamuju ini memang patut diperhitungkan. Maka tak heran jika banyak yang mengakui keberhasilan sosok seorang Suhardi Duka. prestasi dan ilmu yang dimilikinya saat ini, tentu tidak terlepas dari dorongan dan didikan orang tuanya dimasa lampau.
Banyak cerita yang menarik dari sosok atau figur suhardi duka. dengan gaya yang santai saat penulis mewawancarainya di rumah jabatannya beberapa hari lalu, SDK mengenang cerita menarik dari perjalanannya hingga didikan-didikan yang diberikan oleh orang tunya kepada dirinya. Ia mengaku, bahwa orang tuannya yang mendidik dirnya memang lebih mementingkan Edukasi atau pendidikan. ia bercerita, bahwa orang tuanya benar-benar mendesain anak-anaknya sebagai anak yang terdidik. Olehnya itu, dari lima bersaudara, selain SDK seluruh saudaranya saat ini menjadi pegawai Negeri atau abdi Negara.
Cerita lain yang terkenang dari kisah orang tua SDK adalah nilai-nilai filosofi yang menjadi dasar perjalanan hidup seluruh saudara Bupati Mamuju ini. selain menghargai hidup sederhana juga mengedepankan sikap tenggang rasa dalam mewarnai suasana keluarga, Suhardi Duka bersama dengan saudara-saudaranya dimasa lampau. Sehingga dari tata kelola keluarganya bersama orang tua dan saudara-saudaranya tercipta pola kehidupan sederhana dan saling menyayangi.
Berdasar dari susana saling menghargai yang tercipta dalam lingkungan keluarga Suhardi bersama saudara-saudaranya dimasa lampau, pengaruh positif tersebut yang berasal dari didikan dan amanah orang tuanya juga terbawa hingga aktifitasnya dilembaga Organisasi hingga Partai Politik. Kesantunan, kesederhanaan dan penghargaan terhadap sahabat-sahabatnya, kepada teman sejawatnya serta teman-teman perjuangannya menjadi dasar dalam tata kelola kehidupan Suhardi di lembaga-lembaga ataupun organisasi. Metode kehidupan ini kata SDK, adalah lebih pada penciptaan hubungan yang sutruktural dan hubungan humanis atau sosial pertemanan.
Kembali mengenai karirnya di parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju. pada masa kepemimpinan suhardi duka sebagai ketua DPRD mamuju, ia memang sangat mendalami arti dan tiga fungsi DPRD. fungsi Legislasi, Badjeting dan Kontrol memang sangat didalaminya. sehingga tak heran, jika pada masa-masa ia menjabat sebagai pimpinan DPRD Mamuju, SDK dalam setiap program, baik itu pembahasan Anggaran mapun Pembahasan peraturan-peraturan Daerah (Perda), selalu pada jalur yang pro terhadap Rakyat Kabupaten Mamuju.
sehingga pada masa-masa itu dalam kepemimpinannya ia dihargai, dihormati dan tidak termasuk lembaga perwakilan Rakyat yang keras terhadap seluruh anggota-anggota DPRD yang ada. Setelah pada tahun 2005, perjalanan karir menjadi kepala Daerah menjadi sejarah penting yang diamanahkan oleh masyarakat mamuju kepadanya.
SDK banyak menganalisis kehidupan masyarakat. ia mencetuskan kesehatan gratis dan pendidikan gratis. Alhasil, sepuluh hari menjabat atau setelah dilantik dalam masa sepuluh hari, ia sudah membuktikan Visi Misinya menjadi seorang pemimpin yang pro terhadap kehidupan masyarakat mamuju. Kata SDK “Saya itu, tidak banyak berjanji. Tapi saya akan membuktikan apa yang sudah menjadi niat saya kepada masyarakat”. kata SDK dalam keyakinannya kepada penulis.
Itu juga dilakukan oleh suhardi, karena berangkat dari pengalaman-pengalamannya dimasa silam—tentu pada masa-masa ia bersekolah dan kuliah. dimana dalam jenjang menuntu ilmu bersama dengan sebayanya banyak yang tersendat untuk melanjutkan pendidikan, bahkan kadang harus pulang kampung karena keterbatasan biaya.
Sehingga, dasar pengalaman tersebutlah, maka SDK mencetuskan pendidikan gratis di masa kepemimpinanya. Tidak hanya sampai disitu, Salah satu program lainnya dibidang pendidikan adalah pemberian bantuan kepada 10 orang pelajar yang mendapat prestasi disekolah. kemudian pemberian bantuan kepada anak unggul manakarra. dan tahun 2012 ini, dimasa kepemimpinannya yang kedua menjabat sebagai Bupati Mamuju, Suhardi Duka juga akan memberikan bantuan atau membiayai Mahasiswa yang berfokus terhadap 9 jurusan, yakni Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan, Geologis, Sekolah industri pertanian, Guru Mate-matika, Fisika, Sosiologi dan Akuntin.
Kepandaian dan ilmu yang diperoleh oleh Suhardi Duka memang patut di apresiasi dan dibanggakan. sebagai putra Daerah Mamuju, jenjang pendidikan yang di selesaikannya mulai dari Universitas Hasanuddin, tercatatnya sebagai salah satu Mahasiswa di Universitas terkemuka di Amerika Serikat (USA) dengan jurusan Ekonomi. Ia juga pernah mengikuti pendidikan tinggi di Indonesia yakni lembaga ketahanan nasional (Lemhanas) pada tahun 2000 lalu, Selama 4 bulan dengan pendidikan atau ilmu tentang kenagaraan. itu di ikutinya, agar ia mengetahui bagaimana cara menjaga ketahanan negara dan menjadi peribadi kenegarawan. selain itu SDK juga sempat mengikuti eksekutif program di Harvard Universiti Boston Amarekia serikat (USA).
Banyak pengalaman yang di peroleh dari negara adidaya tersebut, termasuk pelajaran mengenai Negara-negara lainnya seperti india, Afrika, Amerika, Asia, Eropa dan Negara-negara Timur Tengah. Ia terpilih dari 14 bupati di indoensia untuk mengikuti Eksekutif Program itu. dalam kesempatannya mengikuti pendidikan di Amerika Serikat Suhardi Duka juga mengunjungi beberapa kota. Salah satunya adalah Raleigh. disana ia banyak belajar mengenai tata kelola pemerintahan. olehnya itu, setelah dari negara-negara maju tersebut, SDK ingin mengaktualisasikan sistem yang dijalankan di beberapa kota di Amerika Serikat itu di Kabupaten Mamuju yang ia pimpin selama dua Periode. Ketransparansian, Birokrasi Bersih dan Melayani (BBM), dan upaya untuk menghindari Korupsi adalah kebijakan utamanya dalam memipin daerah Kabupaten Mamuju ini. sehingga ditahun kedua diperiode keduanya banyak gebrakan-gebrakan baru yang dilakukan oleh Suhardi Duka.
Keberhasilan perjalanan dan karir putra daerah Mamuju ini memang patut diperhitungkan. Maka tak heran jika banyak yang mengakui keberhasilan sosok seorang Suhardi Duka. prestasi dan ilmu yang dimilikinya saat ini, tentu tidak terlepas dari dorongan dan didikan orang tuanya dimasa lampau.
Banyak cerita yang menarik dari sosok atau figur suhardi duka. dengan gaya yang santai saat penulis mewawancarainya di rumah jabatannya beberapa hari lalu, SDK mengenang cerita menarik dari perjalanannya hingga didikan-didikan yang diberikan oleh orang tunya kepada dirinya. Ia mengaku, bahwa orang tuannya yang mendidik dirnya memang lebih mementingkan Edukasi atau pendidikan. ia bercerita, bahwa orang tuanya benar-benar mendesain anak-anaknya sebagai anak yang terdidik. Olehnya itu, dari lima bersaudara, selain SDK seluruh saudaranya saat ini menjadi pegawai Negeri atau abdi Negara.
Cerita lain yang terkenang dari kisah orang tua SDK adalah nilai-nilai filosofi yang menjadi dasar perjalanan hidup seluruh saudara Bupati Mamuju ini. selain menghargai hidup sederhana juga mengedepankan sikap tenggang rasa dalam mewarnai suasana keluarga, Suhardi Duka bersama dengan saudara-saudaranya dimasa lampau. Sehingga dari tata kelola keluarganya bersama orang tua dan saudara-saudaranya tercipta pola kehidupan sederhana dan saling menyayangi.
Berdasar dari susana saling menghargai yang tercipta dalam lingkungan keluarga Suhardi bersama saudara-saudaranya dimasa lampau, pengaruh positif tersebut yang berasal dari didikan dan amanah orang tuanya juga terbawa hingga aktifitasnya dilembaga Organisasi hingga Partai Politik. Kesantunan, kesederhanaan dan penghargaan terhadap sahabat-sahabatnya, kepada teman sejawatnya serta teman-teman perjuangannya menjadi dasar dalam tata kelola kehidupan Suhardi di lembaga-lembaga ataupun organisasi. Metode kehidupan ini kata SDK, adalah lebih pada penciptaan hubungan yang sutruktural dan hubungan humanis atau sosial pertemanan.
Kembali mengenai karirnya di parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju. pada masa kepemimpinan suhardi duka sebagai ketua DPRD mamuju, ia memang sangat mendalami arti dan tiga fungsi DPRD. fungsi Legislasi, Badjeting dan Kontrol memang sangat didalaminya. sehingga tak heran, jika pada masa-masa ia menjabat sebagai pimpinan DPRD Mamuju, SDK dalam setiap program, baik itu pembahasan Anggaran mapun Pembahasan peraturan-peraturan Daerah (Perda), selalu pada jalur yang pro terhadap Rakyat Kabupaten Mamuju.
sehingga pada masa-masa itu dalam kepemimpinannya ia dihargai, dihormati dan tidak termasuk lembaga perwakilan Rakyat yang keras terhadap seluruh anggota-anggota DPRD yang ada. Setelah pada tahun 2005, perjalanan karir menjadi kepala Daerah menjadi sejarah penting yang diamanahkan oleh masyarakat mamuju kepadanya.
SDK banyak menganalisis kehidupan masyarakat. ia mencetuskan kesehatan gratis dan pendidikan gratis. Alhasil, sepuluh hari menjabat atau setelah dilantik dalam masa sepuluh hari, ia sudah membuktikan Visi Misinya menjadi seorang pemimpin yang pro terhadap kehidupan masyarakat mamuju. Kata SDK “Saya itu, tidak banyak berjanji. Tapi saya akan membuktikan apa yang sudah menjadi niat saya kepada masyarakat”. kata SDK dalam keyakinannya kepada penulis.
Itu juga dilakukan oleh suhardi, karena berangkat dari pengalaman-pengalamannya dimasa silam—tentu pada masa-masa ia bersekolah dan kuliah. dimana dalam jenjang menuntu ilmu bersama dengan sebayanya banyak yang tersendat untuk melanjutkan pendidikan, bahkan kadang harus pulang kampung karena keterbatasan biaya.
Sehingga, dasar pengalaman tersebutlah, maka SDK mencetuskan pendidikan gratis di masa kepemimpinanya. Tidak hanya sampai disitu, Salah satu program lainnya dibidang pendidikan adalah pemberian bantuan kepada 10 orang pelajar yang mendapat prestasi disekolah. kemudian pemberian bantuan kepada anak unggul manakarra. dan tahun 2012 ini, dimasa kepemimpinannya yang kedua menjabat sebagai Bupati Mamuju, Suhardi Duka juga akan memberikan bantuan atau membiayai Mahasiswa yang berfokus terhadap 9 jurusan, yakni Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan, Geologis, Sekolah industri pertanian, Guru Mate-matika, Fisika, Sosiologi dan Akuntin.
Kepandaian dan ilmu yang diperoleh oleh Suhardi Duka memang patut di apresiasi dan dibanggakan. sebagai putra Daerah Mamuju, jenjang pendidikan yang di selesaikannya mulai dari Universitas Hasanuddin, tercatatnya sebagai salah satu Mahasiswa di Universitas terkemuka di Amerika Serikat (USA) dengan jurusan Ekonomi. Ia juga pernah mengikuti pendidikan tinggi di Indonesia yakni lembaga ketahanan nasional (Lemhanas) pada tahun 2000 lalu, Selama 4 bulan dengan pendidikan atau ilmu tentang kenagaraan. itu di ikutinya, agar ia mengetahui bagaimana cara menjaga ketahanan negara dan menjadi peribadi kenegarawan. selain itu SDK juga sempat mengikuti eksekutif program di Harvard Universiti Boston Amarekia serikat (USA).
Banyak pengalaman yang di peroleh dari negara adidaya tersebut, termasuk pelajaran mengenai Negara-negara lainnya seperti india, Afrika, Amerika, Asia, Eropa dan Negara-negara Timur Tengah. Ia terpilih dari 14 bupati di indoensia untuk mengikuti Eksekutif Program itu. dalam kesempatannya mengikuti pendidikan di Amerika Serikat Suhardi Duka juga mengunjungi beberapa kota. Salah satunya adalah Raleigh. disana ia banyak belajar mengenai tata kelola pemerintahan. olehnya itu, setelah dari negara-negara maju tersebut, SDK ingin mengaktualisasikan sistem yang dijalankan di beberapa kota di Amerika Serikat itu di Kabupaten Mamuju yang ia pimpin selama dua Periode. Ketransparansian, Birokrasi Bersih dan Melayani (BBM), dan upaya untuk menghindari Korupsi adalah kebijakan utamanya dalam memipin daerah Kabupaten Mamuju ini. sehingga ditahun kedua diperiode keduanya banyak gebrakan-gebrakan baru yang dilakukan oleh Suhardi Duka.
Meski dirinya mengakui bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) atau paratur pemerintahan dikabupaten Mamuju dinilai sangat minim, namun dirinya tetap akan melakukan perbaikan-perbaikan. Buktinya, pendidikan yang diperoleh dari Amerika akan disalurkan kepada para pejabat-pejabantnya, termasuk dengan adanya beberapa kunjungan kebeberapa SKPD mengenai Sistem pemerintah yang baik.
SDK dalam kesempatannya juga menyampaikan beberapa hal penting dalam tata kelola pemerintahan, serta melakukan upaya untuk menepis tanggapan-tanggapan miring dari berbagai pihak tentang setoran-setoran terhadap pegawai lingkup pemerintah Daerah Kabupaten mamuju. Dari berbagai upaya dan karakter yang telah terbangun pada sosok Suhardi Duka, memang pantas jika sebagian sejawatnya mengatakan bahwa SDK adalah sosok yang konsisten, atau dengan kata lain apapun yang diucapkan atau yang ingin dilakukan sudah pasti sesuai dengan rencana dan realisasi dari keinginan tersebut. (*)
Penulis:
Azhari Rauf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar