Emha,
menamatkan pendidikan dasarnya di SD Negeri Sendana, Kecamatan Tommo
pada tahun 2004. Untuk tingkat pertama, ia menyelesaiakn pendidikannya
di SMP negeri Kalukku pada tahun 2007. Kemudian ia melanjutkan
pendidikan menengah atasnya di SMK Keperawatan Bina
Generasi Polewali Mandar pada tahun 2010. Lalu, setelah itu ia melanjutkan
pendidikan tingginya di Akademi Keperewatan (Akper) Makassar, dan
menyelesaikannya pada tahun 2013 dengan gelar Amd. Kep.
Di
masa kecil, ia dikenal oleh sahabat-sahabat sepermainan dan sekolahnya
sebagai sosok gadis kecil yang tomboi. Tidak heran, makanya Emha kecil
saat itu sangat suka berantem. Termasuk berantem ke teman-teman
laki-lakinya.
Saat
masih duduk di Bangku Sekolah, Gadis bersuara kecil manis dan lembut
ini pernah bercita-cita jadi seorang penyanyi dan pengacara.
Sayangnya,
cita-cita jadi seorang pengacara tak digapainya. hanya saja, suara
merdunya saat bernyanyi, sedikit memberi gambaran bagi penulis bahwa si
Anak Sulung ini memang memiliki kemampuan bernyanyi yang sangat
baik. Terbukti saat penulis pernah beberapa kali menyaksikan langsung
tarik suaranya yang begitu merdu.
Penulis
banyak tahu tentangnya. Bahkan, pertama kali ia jatuh cinta, penulis
tahu. Tepat pada kelas 2 SMA ia kali pertama merasakan jatuh cinta pada
seorang lelaki.
Penulis
banyak tahu tentang dia. Bahkan, saban hari, penulis juga seringkali
mengirimkan Puisi-puisi untuknya. Itu hanyalah sebagai bentuk
persaudaraan.
Penulis
pertama kali bertemu dan berkenalan di sebuah cafe milik teman, yang
juga adalah kenalannya. Di situlah kami berkenalan kali pertama. Kami
sering ngobrol, termasuk perjalanan singkat dari catatan biografi yang
penulis tulis ini.
Kalau
dipandang wajahnya selalu ceria. Bukan Emha jika tak ceria dan asyik
diajak ngobrol atau bincang-bincang, seputar dan tentang apasaja..
Namun, di balik keceriaannya, kadangkala ia menyimpan duka dan kesedihan yang tak mampu dibaca oleh siapa saja.
Penulis pernah mendengarkan langsung cerita dari gadis berkulit putih ini tentang masa lalunya.
Dulu,
katanya begitu kepada penulis, Ia pernah punya kisah yang sangat
menyedihkan dan menyakitkan. Ia pernah melalui masa-masa yang semestinya
membahagiakan, bukan hanya dirinya, namun keluarganya mesti dapat
menikmati kebahagiaan yang gagal itu. Ia memiliki tunangan. Hanya saja,
di tengah jalan, rencana pernikahannya harus batal, sebab, ada seorang
gadis lain yang mengaku bahwa ia telah dihamili oleh tunangannya.
Ia
pernah lari ke Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, akibat dari
peristiwa menyakitkan itu. Tapi, penulis tak ingin mengulas panjang di
sini.
Sebetulnya, masih panjang catatan dari si Gadis bersuara lembut berkulit putih ini. Tapi, penulis
cukupkan saja dulu. Nanti disambung lagi yah. Intinya, dia adalah gadis baik. Kalau anda diberi kesempatan untuk dekat, atau bahkan menyukainya, jangan sia-siakan dia.
Bye Bye